Example floating
Example floating
Example 728x250
EducationHeadlineTourism

Bangun Pariwisata Berkelanjutan, IAKN Manado Hadirkan Tim Ahli Gubernur Sulut Bahas Strategi Pengembangan Atraksi Wisata

429
×

Bangun Pariwisata Berkelanjutan, IAKN Manado Hadirkan Tim Ahli Gubernur Sulut Bahas Strategi Pengembangan Atraksi Wisata

Sebarkan artikel ini

Kabarmanado.id– Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado menggelar seminar bertajuk “Pengembangan Atraksi Wisata: Strategi Mewujudkan Pariwisata Sulawesi Utara yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan” pada Kamis (16/7/2026). Seminar ini menghadirkan Dr. Drevy Malalantang, S.Si., S.E., M.Pd., Dosen Tetap STIEPAR Manado, Dosen Luar Biasa IAKN Manado sekaligus Tim Ahli Gubernur Sulawesi Utara, sebagai narasumber tunggal.

Kegiatan yang diikuti oleh dosen, Guru SMK dan SMA, Mahasiswa dan Siswa dari berbagai Sekolah dan program studi ini menjadi ruang akademik untuk membahas arah pembangunan pariwisata Sulawesi Utara di tengah dinamika industri pariwisata global yang semakin menuntut inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam paparannya, Dr. Drevy Malalantang membuka dengan sosialisasi tema Pariwisata Sulut Blue Sky, Blue Sea dan Greenland, Tagline yang selama ini diangkat Oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE. Ia menegaskan bahwa pengembangan atraksi wisata merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya saing destinasi. Menurutnya, wisatawan saat ini tidak lagi hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman yang autentik, berkualitas, dan memberikan kesan mendalam.

“Atraksi wisata adalah alasan utama wisatawan datang dan kembali ke sebuah destinasi. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara kreatif dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat budaya lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki kekayaan sumber daya pariwisata yang sangat lengkap, mulai dari wisata bahari kelas dunia seperti Bunaken, Likupang, Selat Lembeh, Kepulauan Sitaro, Sangihe, Bolmong hingga Talaud, yang didukung potensi budaya, kuliner, sejarah, serta ekonomi kreatif. Potensi tersebut perlu dikemas menjadi atraksi wisata yang memiliki nilai tambah sehingga mampu bersaing dengan destinasi unggulan lainnya di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam seminar tersebut, Dr. Drevy juga memaparkan sejumlah strategi pengembangan atraksi wisata yang relevan dengan tren pariwisata global, di antaranya penguatan desa wisata, pengembangan sport tourism, wellness tourism, wisata budaya, wisata edukasi, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan berbagai festival dan event daerah sebagai daya tarik wisata sepanjang tahun.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan serta penguasaan teknologi digital sebagai fondasi dalam menciptakan pelayanan pariwisata yang profesional dan berdaya saing.

Menurutnya, pembangunan pariwisata berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif atau pentahelix. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *