Example floating
Example floating
Example 728x250
BisnisCitizen JournalismHeadlineNasionalOpiniSportTourism

Stand Up Paddle, Olahraga Mendunia jadi Tren di Manado SUlawesi Utara

618
×

Stand Up Paddle, Olahraga Mendunia jadi Tren di Manado SUlawesi Utara

Share this article

kabarmanado.id- Olahraga air Stand Up Paddle Boarding (SUP) kini menjadi tren global yang mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.

SUP merupakan olahraga air yang dilakukan dengan berdiri di atas papan sambil mendayung untuk meluncur di permukaan air. Aktivitas ini dapat dilakukan di laut, danau, maupun sungai, dan cocok untuk semua tingkat keahlian serta usia. Selain sebagai olahraga, SUP juga kerap dinikmati sebagai aktivitas santai di alam terbuka.

Belakangan ini, Kota Manado dan sejumlah kawasan di sekitarnya mulai dilirik sebagai destinasi baru wisata olahraga air, terutama oleh wisatawan asal Singapura. Sejumlah turis mancanegara terlihat melakukan aktivitas Stand Up Paddle di berbagai lokasi perairan di Sulawesi Utara.

Beberapa titik yang dijadikan lokasi wisata SUP antara lain Teluk Manado, Pulau Bunaken, Danau Tondano, Selat Pulau Lembeh (Bitung), perairan hutan mangrove Desa Palaes, Pantai Maen, Pantai Paradise, serta perairan mangrove Desa Sarawet di Likupang Timur, Minahasa Utara.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh operator tur yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) Manado, bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas olahraga air.

“Kota Manado dan wilayah sekitarnya seperti Bitung, Minahasa, dan Minahasa Utara sangat eksotis untuk aktivitas Stand Up Paddle. Ini menjadi potensi besar dalam pengembangan wisata olahraga air,” ujar Drevy Malalantang, Direktur STIEPAR Manado sekaligus pegiat olahraga SUP, Rabu (5/3/2025).

Drevy juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mempromosikan paket wisata SUP Touring berdurasi 4 hari 3 malam (4D3N) dan 5 hari 4 malam (5D4N) untuk wisatawan asing.

Salah satu wisatawan asal Singapura, Tony Lee, menyampaikan kepuasannya terhadap pengalaman wisata mereka di Sulawesi Utara. “Perjalanan ini luar biasa. Terima kasih atas segala upaya yang membuat trip ini menyenangkan,” ujar Tony dalam pernyataannya.

Ia menambahkan, pihaknya berencana untuk mengadakan tur SUP rutin setiap bulan di kawasan Manado dan Sulawesi Utara. Sementara itu, rekan Tony, Kenneth Wong, turut mengapresiasi keramahan masyarakat lokal. “Sungguh pengalaman yang menyenangkan dan menginspirasi. Terima kasih atas sambutan hangat dari warga Manado,” katanya.

Meski demikian, beberapa aspek fasilitas pendukung seperti area peluncuran (launching) dan pendaratan (landing) dinilai masih perlu ditingkatkan, khususnya di kawasan Danau Tondano dan Minahasa Utara.

Kegiatan wisata SUP di Sulut juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi dan komunitas, seperti Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), komunitas Stand Up Paddle Indonesia (SUPID), mahasiswa STIEPAR Manado, serta GL Manado SUP School yang berlokasi di Pantai Karangria, Manado.

Dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap SUP, Sulawesi Utara diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi unggulan untuk wisata olahraga air di Indonesia. (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *